Cara Mengatur Waktu agar Lebih Produktif dalam Berbisnis!

Ketika seseorang dipaksa melakukan multitasking, maka otak akan bekerja jauh lebih keras dari biasanya.

69
Produktif
- Advertisement -

RINTISANSTRATUP.com Sebagai entrepreneur kadang waktu 24 jam sehari seperti tidak cukup rasanya. Mungkin sebenarnya cukup, hanya saja kamu sebagai pelaku kurang memanage waktu sehingga banyak waktu yang terbuang dan menjadi tidak produktif.

Karena semakin besar bisnis kamu, semakin butuh juga kamu untuk mengatur waktu. jika time management kamu buruk, maka kamu akan selalu kewalahan setiap harinya dalam mengurusi berbagai keperluan bisnis.

Jika kamu mengalami kesulitan dalam mengatur waktu, Rintisan Startup akan share sesuatu yang sering diterapkan, sehingga waktu bisa lebih produktif. Karena kamu akan mengetahui apa yang harus diutamakan pada setiap pekerjaan.

Buat To Do List

- Advertisement -

Buatlah perencanaan apa yang ingin kamu kerjakan dalam kurun waktu harian, mingguan, dan bulanan. Karena tanpa perencanaan, sesuatu yang kamu kerjakan tidak akan efektif.

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi notes di gadget untuk menuliskan apa yang harus kamu lakukan di setiap waktunya. Karena sebenarnya otak kamu lebih efektif digunakan untuk mencari solusi daripada mengingat banyak hal.

BACA JUGA:  Inilah Faktor yang Menyebabkan Kita Gagal Berinvestasi

Cukuplah aplikasi yang akan mengingatkan kamu agar waktu kamu menjadi jauh lebih efektif.

Tentukan Prioritas

Bagilah pekerjaan kamu dalam skala prioritas. Dengan membuat skala prioritas, kamu akan lebih bisa menggunakan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling penting terlebih dahulu dan hal tersebut akan lebih efektif daripada membuang waktu untuk mengerjakan hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Dalam buku yang berjudul “7 Habits of Highly Effective People”, Stephen R. Coveymembuat Eisenhower Matrix, yang terbagi ke dalam empat kuadran, digunakan untuk memisahkan berbagai kegiatan berdasarkan urgensinya.

Urgent and Important

Kuadran pertama, yaitu mendesak dan penting, berisi tugas dan tanggung jawab yang perlu perhatian segera.

Not Urgent and Important

Kuadran kedua, yaitu tidak mendesak dan penting, berisi hal yang penting tanpa memerlukan tindakan segera. Kuadran ini digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang.

BACA JUGA:  Kamu Generasi Millennialis? Yuk Coba 5 Potensi Bisnis Ini

Urgent and not Important

Kuadran ketiga, yaitu mendesak dan tidak penting, berisi hal-hal yang mencegah kamu mencapai tujuan. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu perlu menjadwal ulang atau mendelegasikan pekerjaan tersebut kepada orang lain.

Not Urgent and not Important

Kuadran keempat, yaitu tidak mendesak dan tidak penting, berisi hal-hal yang mengganggu perhatianmu dari pekerjaan. Hindari jika memungkinkan.

Tentukan Waktu

Setiap pekerjaan yang kamu kerjakan harus memiliki tenggat waktu agar pekerjaan kamu tidak ngaret dalam penyelesaiannya. Atur tenggat waktu setiap pekerjaan dan beri jeda sebelum melakukan pekerjaan berikutnya.

Jeda ini bertujuan untuk memberi kamu kesempatan melakukan evaluasi, apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan arahan dan tujuan atau harus direvisi.

Segera Kerjakan

Di era sosial media ini banyak sekali yang bisa mendistract kamu dari kerjaan. Bahkan sering kali waktu sejam – dua jam terbuang percuma untuk scroll timeline facebook, instagram ataupun twitter.

BACA JUGA:  Terapkan Usaha Rumahan Modal Kecil Ini, Pasti Kamu Jadi Konglomerat!

Jadi saat kamu telah membuat to do list dan membuat skala prioritas, langsung kerjakan pekerjaan kamu dan tutup handphone menghadap kebawah agar tidak mengganggu kinerja Kamu.

“The secret of getting ahead is getting started.” — Mark Twain

Stop Multitasking

Menjadi seorang multitasking memang terlihat hebat. Padahal melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan akan membuat kamu tidak fokus pada pekerjaan utama. Kalaupun pekerjaan bisa selesai pada waktunya, hasilnya pasti tidak akan optimal.

Ketika seseorang dipaksa melakukan multitasking, maka otak akan bekerja jauh lebih keras dari biasanya.

Kelelahan otak akan membuat tubuh cepat lelah dan mudah mengalami stres. Selain itu, kemampuan menyimpan memori terutama short time memory akan menurun.

Dengan 5 tips ini, waktu Kamu akan lebih produktif dan target yang ingin Kamu capai akan lebih mudah untuk dicapai karena telah mengetahui pola efisiensi waktu.

Selamat mencoba ya, Sobat!

 

Komentarin Lewat Facebook
- Advertisement -