Sulthon Al’Idhel, Pengusaha Suksesan Walaupun Lumpuh!

77
Sulthon Al’Idhel
- Advertisement -

Apa kabar sobat Rintisan Startup? Kali ini, Rintisan Startup ingin membagikan kisah yang tak biasa. Jika biasanya seorang pengusaha sukses memiliki fisik yang sempurna, maka kali ini kita akan menemukan sosok yang luar biasa yang fisiknya sudah tidak sesempurna pada umumnya.

Siapakah Ia? Dialah Sulthon bin Muhammad Al’Idhel, seorang pria lumpuh yang mampu mengelola ribuan karyawannya hanya dengan menggunakan mata. Sulthon memiliki beberapa perusahaan dengan ribuan karyawan didalamnya. Jenis perusahaan yang dikelola oleh Sulthon:

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang yaitu SMSA Express yang bekerjasama dengan Fedex International. Sulthon telah memiliki 1000 armada besar yang tersebar di seluruh dunia dan telah melayani hingga 200 negara.

- Advertisement -

Bisnis Frenchise di bidang makanan dengan brand Dunkin Donuts yang cabangnya sudah menyebar di berbagai pelosok Arab Saudi. Serta juga memiliki perusahaan yang bergerak di bidang Security and Safety (Flamenco) dan menjadi salah satu anggota dewan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor.

BACA JUGA:  Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia 2019

Sobat Rintisan Startup bisa terbayang kan bagaimana sibuknya seorang Sulthon? Bagaimana ya caranya mengelola beberapa perusahaan besar seperti ini?

Bagi seorang Sulthon, dengan segala keterbatasannya, Sulthon mengelola semua perusahaannya hanya dengan mata. Mengapa? Karena Sulthon sedang diuji dengan penyakit yang membuat seluruh anggota badannya lumpuh, yang tersisa hanyalah Indra penglihatan, pendengaran dan rasa.

Sulthon menderita penyakit syaraf yang serius yang melemahkan otot, menjadi cacat, hingga kematian. Penyakit ini dikenal dengan nama ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Tahun 1990-an setelah lulus dari Universitas Portland, Amerika, Sulthon kembali ke Riyadh. Kemudian pada tahun 1994 Sulthon merintis bisnis SMSA Express.

Dua tahun berikutnya, 1996, Sulthon resmi memegang brand Dunkin Donuts yang dipasarkan di Riyadh dan sekitarnya. Setelah itu, Sulthon juga merintis bisnis Flamenco di bidang Security and Safety.

BACA JUGA:  Cara Menghasilkan Uang Walau Kamu Sedang Tidur!

Sulthon menderita penyakit syaraf sejak 1997 setelah ia merintis beberapa perusahaannya. Pada tahun 2002, saat itulah puncak dari penyakitnya. Sulthon lumpuh total kecuali indera penglihatan, pendengaran, dan rasa. Sulthon  hanya bisa melihat, mendengar, dan merasa.

Bahkan untuk bernapas pun Sulthon menggunakan bantuan dengan tabung respirator yang langsung terhubung dengan perutnya. Sejak itulah ia mengelola semua perusahaannya dengan menggunakan mata. Namun, meski Sulthon tidak mampu menyentuh pena dan berbicara, ia tetap berkarya.

Terbukti dengan terbitnya buku biografi almarhum raja Abdul Aziz setebal 2000 halaman yang dibagi kedalam 2 jilid. Sulthon menulis dengan isyarat mata melalui komputer.

Sulthon pernah berkata, “Saya menasehatinya, segala penyakit itu datang dari Tuhan. Jangan pantang menyerah dan bersabarlah dengan musibah yang menimpa kita. Dan yakinlah bahwa Tuhan bersama dengan orang-orang yang sabar, dan tidaklah bertambahnya sakit.

BACA JUGA:  Mentalitas Sepeda Ala BJ Habibie

Demikianlah nasehat Sulthon yang sangat bijaksana. Sebelum sakit itu tiba, Sulthon telah merintis banyak usaha. Dan bahkan hingga sakit itu tiba, tidak menghalanginya untuk terus berusaha. Terbukti dengan ia menulis biografi sebanyak 2000 halaman.

Semoga tulisan ini menjadi penyemangat hidup ya, sobat Rintisan Startup.

Komentarin Lewat Facebook
- Advertisement -